Matawanita.com
Matawanita.com

Halo semua pembaca setia blog Matawanita, kali ini matawanita.com akan membahas jawaban dari pertanyaan: mengapa Indonesia beralih sistem dari sistem kontinental ke sistem anglo saxon. Buat sahabat setia yang sedang mencari jawaban dari pertanyaan lainnya boleh mencari di menu categori Tanya jawab ya atau klik link ini. Yuk kita bersama lihat pembahasannya. Disini ada beberapa alternatif jawaban tentang pertanyaan itu. Silakan baca lebih jauh.

Pertanyaan

mengapa Indonesia beralih sistem dari sistem kontinental ke sistem anglo saxon

Jawaban

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: mengapa Indonesia beralih sistem dari sistem kontinental ke sistem anglo saxon

kalo yang saya tahu..
Sejarah Perkembangan Akuntansi
Perkembangan Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaran pembukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistem yang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon2.

maaf kalo salah…

Demikian beberapa jawaban atas pertanyaan: mengapa Indonesia beralih sistem dari sistem kontinental ke sistem anglo saxon. Semoga bermanfaat ya guys. Jangan lupa like dan share blog kami di bawah ya. Thanks Demikian tanya-jawab tentang mengapa Indonesia beralih sistem dari sistem kontinental ke sistem anglo saxon, semoga dengan postingan ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan kamu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini