Matawanita.com
Matawanita.com

Hai semua sahabat setia matawanita.com, kali ini blog Matawanita akan membahas jawaban dari pertanyaan: Berikan penjelasan mengenai talak, hukum dan dalil yang menjelaskan tentang talak !​. Buat sahabat yang sedang mencari jawaban dari pertanyaan lainnya boleh mencari di menu categori Tanya jawab ya atau klik link ini. Ayo kita simak pembahasannya. Di artikel ini ada pilihan jawaban tentang pertanyaan itu. Silakan menelusuri lebih jauh.

Pertanyaan

Berikan penjelasan mengenai talak, hukum dan dalil yang menjelaskan tentang talak !​

Jawaban

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Berikan penjelasan mengenai talak, hukum dan dalil yang menjelaskan tentang talak !​

Jawaban:

Talak adalah melepaskan ikatan, dalam ketentuan hukum pernikahan Islam, Talakartinya melepas ikatan pernikahan dengan ucapan talak atau perkataan lain yang maksudnya sama dengan talak. Di dalam fikih sunah karangan Sayyid Sabiq beliau memberikan definisi talak. Yaitumelepaskan tali pernikahan (perkawinan) dan mengakhiri hubungan suami Istri. Abu Zakaria Al-Ansari dalam kitabnya Fath Al-Wahhab menyatakan bahwa talak adalah melepas tali akad nikah dengan kalimat talak dan yang semacamnya.

Jawaban

Jawaban #2 untuk Pertanyaan: Berikan penjelasan mengenai talak, hukum dan dalil yang menjelaskan tentang talak !​

Jawaban:

Beranda Kalam

tafwidh

Close Ads X

Kalam

Dalil Talak dalam Islam dan Macam-Macamnya

Penulis Zulfikar -26 Januari 2019753994

BincangSyariah.Com – Talak adalah melepaskan ikatan, dalam ketentuan hukum pernikahan Islam, Talakartinya melepas ikatan pernikahan dengan ucapan talak atau perkataan lain yang maksudnya sama dengan talak. Di dalam fikih sunah karangan Sayyid Sabiq beliau memberikan definisi talak. Yaitumelepaskan tali pernikahan (perkawinan) dan mengakhiri hubungan suami Istri. Abu Zakaria Al-Ansari dalam kitabnya Fath Al-Wahhab menyatakan bahwa talak adalah melepas tali akad nikah dengan kalimat talak dan yang semacamnya.

Maksud dari melepas tali pernikahan ialah memutuskan ikatan pernikahan yang dulu diikat oleh akad ijab dan kabul, sehingga status suami istri di antara keduanya menjadi hilang. Termasuk juga hilangnya hak dan kewajiban antara keduannya.

Dalil dibolehkannya talak adalah firman Allah Swt surah al-Baqarah [2]: 229 serta surah at-Thalaq [65]: 1,

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.”

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu Maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar).”

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah menalak istrinya dan istrinya dalam keadaan haid, itu dilakukan di masa Nabi saw. Lalu ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu menanyakan masalah ini kepada Rasulullah saw. Beliaukemudian bersabda:

مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ، ثُمَّ لِيُمْسِكْهَا حَتَّى تَطْهُرَ ثُمَّ تَحِيضَ ، ثُمَّ تَطْهُرَ ، ثُمَّ إِنْ شَاءَ أَمْسَكَ بَعْدُ وَإِنْ شَاءَ طَلَّقَ قَبْلَ أَنْ يَمَسَّ ، فَتِلْكَ الْعِدَّةُ الَّتِى أَمَرَ اللَّهُ أَنْ تُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ

“Hendaklah ia merujuk istrinya kembali, lalu menahannya hingga istrinya suci kemudian haid hingga ia suci kembali. Bila ia (Ibnu Umar) mau menceraikannya, maka ia boleh menalaknya dalam keadaan suci sebelum ia menggaulinya. Itulah iddah sebagaimana yang telah diperintahkan Allah swt.”

Talak memiliki banyak macamnya, dibawah ini merupakan macam-macam talak yang dilihat dari beberapa segi. Diantaranya yaitu:

1. Talak ditinjau dari segi jumlah

Talak satu. Adalah talak yang pertama kali dijatuhkan oleh suami kepada istrinya dan hanya dengan satu talak.

Talak dua. Adalah talak yang dijatuhkan oleh suami kepada istrinya yang kedua kali atau untuk yang pertama kalinya tetapi dengan dua talak sekaligus. contohnya: aku talak kamu dengan talak dua.

Talak tiga. Adalah talak yang dijatuhkan oleh suami kepada istrinya untuk yang ketiga kalinya. atau untuk yang pertama kalinya tetapi langsung talak tiga. contohnya suami berkata: aku talak kamu dengan talak tiga.

Dalam hal menjatuhkan talak dua dan talak tiga para ulama fiqih berbeda pendapat. Ada yang berpendapat sah dan ada pula yang berpendapat tidak sah. Misalnya, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, dan Syaukani mengatakan bahwa talak dua atau talak tiga yang dijatuhkan sekaligus oleh suami kepada istri tidak sah walaupun itu dijatuhkan sama dengan talak satu. Bahkan ulama lain seperti Zhahiriyah berbeda pendapat bahwa talak dua atau talak tiga sekaligus tidaklah sah, sehingga satu talak pun tidak jatuh atau sama dengan tidak menjatuhkan talak.

Nah itu dia pembahasan atas pertanyaan: Berikan penjelasan mengenai talak, hukum dan dalil yang menjelaskan tentang talak !​. Semoga bermanfaat ya guys. Jangan lupa like dan share blog Matawanita di bawah ya. Thanks Sekian tanya-jawab mengenai Berikan penjelasan mengenai talak, hukum dan dalil yang menjelaskan tentang talak !​, semoga dengan ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan kamu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini