5 Cara Merawat Daun Mint

0
146
Daun Mint
Daun Mint

Daun mint diketahui memiliki banyak sekali manfaat yang bagus bagi kesehatan tubuh. Selain karena kandungannya, aroma yang dimiliki oleh daun ini juga sangat terasa segar, sehingga banyak dipakai untuk menghilangkan bau mulut serta untuk melegakan tenggorokan. Selain Anda bisa memanfaatkan daun mint secara langsung, Anda juga bisa melakukan penyulingan terhadap daun tersebut agar bisa diambil minyaknya. Cara merawat daun mint serta pemeliharaan daun memerlukan beberapa tahapan.

Apa Sajakah 5  Proses Perawatan Daun Mint yang Perlu Dilakukan? 

Penyiraman

Proses perawatan yang pertama yaitu melakukan penyiraman. Penyiraman daun mint bisa dilakukan  satu dalam sehari. Jadi anda tidak perlu terlalu sering menyiramnya. Namun meski begitu proses penyiraman juga harus melihat kondisi dari media tanam yang terdapat di dalam pot. Hal tersebut bertujuan agar bisa menentukan secara pas mengenai berapa banyak penyiraman yang harus dilakukan. Penyiraman yang jarang akan membuat tanaman menjadi kering dan mati.

Pemupukan

Selain dengan cara menanam daun mint dari batang yang benar untuk memperoleh tanaman berkualitas, Anda juga perlu melakukan teknik pemupukan yang tepat. Di sini anda bisa memakai pupuk anorganik maupun pupuk organik agar bisa menyuplai kebutuhan serta nutrisi tanaman.

Jika anda ingin memakai pupuk organik, maka anda bisa menggunakan pupuk kandang. Sedangkan untuk pupuk anorganik Anda bisa menggunakan pupuk urea maupun KCL. Untuk mengaplikasikan pupuk organik Anda bisa memberikannya seminggu sekali sedangkan untuk pupuk anorganik pengaplikasiannya harus sesuai dengan aturan.

Penyiangan

Proses selanjutnya yaitu penyiangan. Penyiangan ini dilakukan guna membersihkan rumput liar serta gulma yang mengganggu pertumbuhan dari tanaman mint. Karena jika proses pemanenan dilakukan, daun mint yang tercampur dengan gulma tersebut hanya akan menimbulkan kualitas produksi yang menurun. Tak hanya menurunkan kualitas produksi saja, melainkan gulma juga bisa mempengaruhi tingkat pertumbuhan stolon nantinya.

Untuk proses penyiangan sendiri Anda bisa melakukannya satu minggu sekali ataupun jika gulma terlihat lebat dan mulai mengganggu tanaman. Selain itu proses penyiangan dengan ini juga perlu dilakukan lebih intensif saat menjelang masa panen.

Penyulaman

Cara merawat daun mint selanjutnya yaitu penyulaman. Lakukan proses penyulaman secara rutin jika mulai ditemukan tanaman yang rusak, tidak tumbuh atau pun mati. Beberapa jenis hama yang umumnya menyerang daun mint antara lain seperti misalnya ulat pemakan daun serta tungau merah. Hama ulat ini umumnya menyerang dengan cara menggerogoti bagian-bagian daun.

Sedangkan untuk hama tungau sendiri biasanya menyerang dengan metode menghisap cairan tanaman. Untuk dapat mengendalikan berbagai serangan dari hama ini, anda bisa menggunakan insektisida nabati ataupun insektisida sintesis.

Pemanenan

Proses perawatan selanjutnya yaitu pemanenan. Pemanenan terhadap daun mint ini dapat dilakukan ketika tanaman itu telah berusia 3 bulan hingga 4 bulan. Atau bisa juga ketika 50% hingga 70% tanaman sudah berbunga. Proses pemanenan sebaiknya Anda lakukan pada saat pagi hari, mulai pukul 8 hingga 10 pagi.

Umumnya proses pemanenan di Indonesia sendiri dilakukan sebanyak 2 kali dalam jangka waktu setahun. Namun jika sistem irigasi telah berjalan dengan baik, maka pemanenan daun mint dapat dilakukan hingga tiga kali dalam setahun.

Itulah tadi pembahasan secara lengkap terkait mengenai cara merawat daun mint. Proses perawatan daun mint tidaklah sesulit yang dibayangkan sebelumnya. Anda perlu melakukan langkah yang telah diuraikan di atas agar proses perawatan berjalan dengan teratur, serta tanaman mint Anda dapat tumbuh dengan subur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini